Related Posts with Thumbnails

Online shop

Lalat (part1)

>> Thursday, February 12, 2009

Prolog.
Tiba-tiba seekor lalat terbang dan masuk ke dalam buih Nescafe tarik aku.
Menggelupur buat seketika sebelum terus senyap. Tak bergerak. Mungkin sudah berakhirnya kehidupan seekor lalat.
'Kakkk...masuk lalat lah, tolong buat yang lain ya...' kata aku 'Maaflah dik, kakak buat yang lain ya.' Kata kakak itu.
...dan aku meneruskan kehidupan seperti biasa.
Nama aku Mat. Nama betul aku tak payahlah
korang tahu, cukuplah kalian
mengenali aku sebagai Mat sahaja sepertimana
kebanyakan rakyat Malaysia ini.
Biasalah kan, korang pun selalu dengar 'mamat tu
kurang ajar
betul..tiba-tibanya masuk ke depan kereta aku,
dah lah tak bagi signal...'
atau 'hari tu tayar kereta aku pancit tepi highway,
nasib baik
ada Mamat sorang tu berhenti tolong, kalau tidak
tak tahulah aku...' atau '
Ngko ingat
aku tak kenal mamat tu hah? Kalau aku nampak
ngko dengan dia lagi, aku bagi
kat situ jugak..'. Nama Mamat dah menjadi
sinonim dengan kehidupan
kaliansehari-hari.
Aku ? Aku adalah seekor lalat dari spesis Musca
Domestica

Read more...

Lalat (part2)

Apa yang biasa aku dengar
dalam masyarakat aku
hanya berita kematian lalat yang ditampar dengan
sadisnya oleh
manusia,kematian lalat yang disembur dengan
Ridsect atau Sheltox,kematian
lalat akibat sakit tua atau kematian lalat akibat
terkena renjatan elektrik
pada
perangkap ultra violet. Berita-berita yang
memualkan itu menyebabkan aku
segera meninggalkan tempat itu.

Aku sudah tiada
selera untuk makan. Kalian
memang memualkan aku.
Sehina-hina masyarakat aku, masyarakat kalian
lebih hina sebenarnya.
Sambil terbang, aku terfikir. Kenapa aku dituduh
dengan bermacam-macam
tomahan? Aku tidak pernah berak atas badan
kalian tapi kenapa titik-titik
hitam ciptaan Tuhan itu dikatakan sebagai tahi
aku?.
Ironinya, bila tahi aku berada di penjuru bibir
kalian, itu dikatakan manis?
Kenapa bila kalian
pening-pening

Read more...

Gangs. .

INDEX

RECENT


Back to TOP